Detail Koleksi
Pengaruh Rasio Molar Fosfatidilkolin Terhadap Penjerapan Alfa Mangostin Dalam Sistem Fitosom
| Penulis | Azzahra, Rahmania; Ayuhastuti, Angreni; Sudaryat, Yayat; Rahma, Hanifa |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Fitosom merupakan sistem pembawa nanovesikel berbahan dasar fosfolipid yang akan membentuk kompleks dengan zat aktif dari tanaman atau fitonutrien. Fitosom dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitasnya. Rasio molar yang tepat dibutuhkan untuk membentuk fitosom dengan nilai penjerapan fitonutrien yang tinggi didalam fosfolipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio molar antara α-mangostin dan fosfatidilkolin yang dapat menghasilkan penjerapan paling tinggi. Fitosom diformulasikan dengan perbandingan rasio molar α-mangostin: fosfatidilkolin (A-Pc) 1:1 (M1), A-Pc 1:2 (M2), dan A-Pc1:3 (M3). Pengukuran efisiensi pejerapan dilakukan dengan metode diaslisis dan pembacaan absorbansi menggunakan spektrofotomerti UV-Vis menghasilkan nilai penjerapan M1; M2; dan M3 berturut-turut yaitu 97,90% ±1,44; 99,04% ±1,23; dan 96,60%. Berdasarkan uji statistik disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p-value > 0,05) antara variasi molar fosfatidilkolin terhadap nilai penjerapan perbandingan molar A-Pc 1:1; A-Pc 1:2; dan A-Pc 1:3. Dari penelitian ini diketahui bahwa perbandingan rasio molar A-pc 1:2 merupakan formulasi terbaik untuk pembentukan fitosom α-mangostin dengan menghasilkan nilai penjerapan tertinggi. Kata kunci : fitosom, penjerapan, fosfatidilkolin, α-mangostin |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 9 kali 👥 Pengunjung unik: 9 orang |