Detail Koleksi
Pengaruh Waktu Simpan Darah K2EDTA dan K3EDTA Pasien Talasemia Mayor Terhadap Pemeriksaan Hematologi Rutin
| Penulis | ., Sriyati; Noviar, Ganjar; Hayati, Eem; Durachim, Adang |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Pemeriksaan hematologi rutin yang terdiri dari pemeriksaan kadar hemoglobin, eritrosit, hematokrit, leukosit, dan trombosit bertujuan untuk membantu diagnosa suatu penyakit, mengetahui perjalanan suatu penyakit dan juga terapi terhadap pasien. Sampel darah pasien talasemia mudah terjadi hemolisis yang dipengaruhi oleh waktu simpan dan jenis antikoagulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin dan pengaruh lama simpan pada sampel darah pasien talasemia mayor dengan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu, dengan sampel penelitian darah 4 orang pasien talasemia mayor menggunakan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA yang diperiksa segera, disimpan selama 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam pada suhu kamar. Data penelitian kemudian dilakukan uji statistik One Way ANOVA dan menunjukkan hasil nilai signifikan > α (0.05), sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh waktu simpan dan perbedaan hasil pemeriksaan hematologi rutin pada sampel pasien talasemia mayor menggunakan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA yang disimpan selama 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam. Kata Kunci : K2EDTA, K3EDTA, waktu simpan, hematologi rutin |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 8 kali 👥 Pengunjung unik: 8 orang |