Detail Koleksi
HUBUNGAN ASUPAN ZINK, ZAT BESI DAN VITAMIN C TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG
| Penulis | Dewi, Eka Yuliana Kurnia; Mulyo, Gurid Pramintanto Eko; Dewi, Maryati; Moviana, Yenny |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Kanker serviks menjadi penyakit kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia dan prevalensinya menunjukkan kecenderungan meningkat. Berdasarkan RISKESDAS 2013, angka penderita kanker serviks yaitu 1,4% dan mengalami peningkatan menjadi 1,8% pada tahun 2018. Salah satu penatalaksanaan kanker serviks yaitu kemoterapi dapat menyebabkan efek samping berupa mual muntah yang berdampak pada penurunan daya terima makanan. Asupan makanan yang rendah pada pasien kanker dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti anemia. Pada pasien kanker yang mengalami anemia, tidak diperbolehkan untuk mengikuti kemoterapi karena salah satu persyaratan kemoterapi yaitu memiliki kadar hemoglobin yang normal tetapi nyatanya pasien kanker sering ditemukan dengan kondisi kadar Hb yang rendah. Asupan zat gizi seperti zink, zat besi, dan vitamin C diduga memiliki efek terhadap kadar Hb dan asupan zink juga dapat berpengaruh terhadap efek mual muntah setelah menjalani kemoterapi. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaaan asupan zink, zat besi, dan vitamin C yang kurang dan cukup dari kebutuhan terhadap kadar hemoglobin dan asupan zink terhadap efek mual muntah pada pasien kanker serviks. Data rata-rata konsumsi asupan zink, zat besi dan vitamin C diperoleh dengan metode SFFQ selama 1 minggu. Data kadar hemoglobin didapatkan dari hasil uji menggunakan Hematologi Analyzer. Data efek mual muntah didapatkan dari proses wawancara menggunakan Kuesioner Rhodes INVR. Penelitian ini menggunakan cross sectional selama 1 bulan terhadap 30 sampel wanita dewasa. Hasil penelitian dengan uji statistik Mann Whitney, diketahui pada sampel yang memiliki asupan zink dan vitamin C sesuai dengan kebutuhan memiliki kadar Hb yang lebih tinggi dibandingkan sampel yang asupan zink dan vitamin C kurang (p=0,000) dan (p=0,022). Asupan zat besi yang kurang dan cukup tidak memiliki hubungan terhadap perbedaan kadar Hb sampel (p=0,421). Asupan zink yang cukup terhadap kejadian mual muntah setelah kemoterapi (p=0,005). Disarankan penelitian selanjutnya memperhatikan variabel lain yang dapat mempengaruhi asupan makanan dan kondisi pasien seperti paparan asap rokok, motivasi sampel, dan dukungan keluarga, riwayat anemia sebelum kemoterapi, dan status gizi sebelum kemoterapi. Kata Kunci : Kanker Serviks, Kadar Hemoglobin, Efek Mual Muntah |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 9 kali 👥 Pengunjung unik: 9 orang |