Detail Koleksi
Gambaran Kasus Faktor Resiko Kejadian Retensio Plasenta Pada Ibu Bersalin Di RSUD Indramayu Tahun 2020
| Penulis | tamara, elsy; warliana, warliana; pertiwi, rahayu; darwanti, djundra |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 0020 |
| Abstrak | Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) dilaporkan bahwa dua pertiga kematian ibu akibat pendarahan tersebut adalah dari jenis retensio plasenta, dengan 15-20% kematian ibu karena retensio plasenta. Menurut laporan baik di negara maju maupun di negara berkembang antara 5% sampai 15%. Berdasarkan data yang terdapat RSUD Kabupaten Indramayu menyebutkan bahwa angka kejadian retensio plasenta pada bulan Januari sampai Maret 2020 yaitu 5 kasus. Adapun P1 adalah salah satu pasien bersalin di RSUD yang mengalami kejadian retensio plasenta. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko kejadian retensio plasenta. Metode: Jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi secara langsung dan studi dokumentasi rekam medik. Hasil: Ditemukan riwayat retensio plasenta di persalinan anak ketiga, penggunaan KB suntik 3 bulan selama 7 tahun dan faktor resiko tinggi kehamilan, yaitu usia ≥35 tahun serta paritas ≥3. Saran: Diharapkan untuk ibu yang memiliki riwayat retensio plasenta dan kehamilan beresiko tinggi untuk melahirkan di fasilitas kesehatan karena dapat mengakibatkan pendarahan yang menyebabkan kematian dan penggunaan KB suntik 3 bulan tidak lebih dari 2 tahun. Kata Kunci: Retensio Plasenta, Faktor Resiko Daftar Pustaka: 43 literatur (2006-2020) |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 9 kali 👥 Pengunjung unik: 9 orang |