Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Korelasi antara Rasio Neutrofil-Limfosit dan Kategori Ct Tes Molekuler pada Pasien Tuberkulosis Resisten Obat

PenulisKoeswaya, Melly Deciawaty; Marliana, Nina; Abror, Yogi Khoirul; Kurniati, IIs
SumberJurnal Kesehatan (Juriskes)
JenisJurnal
Tahun2026
Volume18
Nomor1
PenerbitPoltekkes Kemenkes Bandung
AbstrakLatar Belakang: Tuberkulosis resisten obat masih menjadi tantangan klinis dan kesehatan masyarakat. Rasio neutrofil-limfosit atau neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) menggambarkan inflamasi sistemik, sedangkan kategori cycle threshold (Ct) Xpert Mycobacterium tuberculosis/rifampicin (MTB/RIF) Ultra menggambarkan beban basil molekuler secara semikuantitatif. Bukti mengenai hubungan kedua parameter tersebut pada tuberkulosis resisten obat masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis korelasi antara NLR darah dan kategori Ct tes molekuler pada pasien tuberkulosis resisten obat.
Metode: Penelitian observasi analitik dengan desain cross sectional dilakukan di RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung pada Januari-November 2024. Sampel terdiri atas 29 pasien dewasa tuberkulosis resisten obat dengan data hematologi dan Xpert MTB/RIF Ultra lengkap yang dipilih secara purposive sampling. NLR dihitung dari hitung jenis leukosit. Ct dikelompokkan menjadi kategori high, medium, dan low. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan uji korelasi Spearman dan uji Kruskal-Wallis.
Hasil: Dari total 29 pasien, 19 pasien (66%) berjenis kelamin laki-laki dan 22 pasien (76%) dari seluruh sampel memiliki NLR meningkat. Kategori Ct terdiri atas high pada 15 pasien, medium pada 3 pasien, dan low pada 11 pasien. Rata-rata NLR pada kelompok Ct high adalah 6,76, medium 3,50, dan low 5,49. Uji Spearman menunjukkan korelasi positif sangat lemah dan tidak bermakna antara NLR dan kategori Ct (r=0,101; p=0,300). Uji Kruskal-Wallis juga tidak menunjukkan perbedaan NLR yang bermakna antar-kategori Ct (H=1,667; p=0,435).
Kesimpulan: NLR tidak berkorelasi bermakna dengan kategori Ct dan tidak berbeda bermakna antar-kelompok Ct. NLR lebih tepat digunakan sebagai penanda inflamasi tambahan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan bakteriologis molekuler pada tuberkulosis resisten obat.
DOI10.34011/juriskesbdg.v18i1.3284
URL SumberLihat Sumber
📊 Statistik Kunjungan
✅ Total dilihat: 9 kali
👥 Pengunjung unik: 9 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

📊 Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

📈 Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:121,585
Hari Ini:549
Minggu Ini:549
Bulan Ini:6,543

Statistik Nama Sumber

📚 Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta © 2026 oleh Agus YW.