Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Analisis kandungan cemaran timbal dan kadmium pada kerang meti (Batissa violacea von Lammarck, 1818) asal Sungai La’a, Desa Petasia, Sulawesi Tengah

PenulisJuniah, Juniah; Wanta, Ibnu; Jamaluddin, Jamaluddin; Yuyun, Yonelian
SumberJurnal Kesehatan (Juriskes)
JenisJurnal
Tahun2026
Volume18
Nomor1
PenerbitPoltekkes Kemenkes Bandung
AbstrakLatar Belakang: Kerang meti (Batissa violacea L. Von Lamarck, 1818) merupakan bivalvia air tawar yang memiliki peran ekologis dan nilai ekonomi yang penting sebagai penyaring alami dalam ekosistem perairan. Namun, peningkatan aktivitas domestik dan antropogenik telah berkontribusi terhadap pencemaran logam berat di habitatnya, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada kerang meti sebagai penilaian awal terhadap kualitas lingkungan dan keamanan pangan di Sungai La’a.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis laboratorium. Sampel dikumpulkan secara purposive dari tiga lokasi, yaitu hulu, permukiman, dan hilir, masing-masing terdiri dari 30 kerang layak konsumsi dengan panjang cangkang minimal 4 cm. Setelah proses destruksi basah, sampel daging dan cangkang dianalisis untuk kandungan Pb dan Cd menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).
Hasil: Konsentrasi Pb tertinggi pada daging ditemukan di daerah hilir (0,2495 mg/kg), sedangkan konsentrasi Cd tertinggi ditemukan di daerah hulu (0,2133 mg/kg). Pada cangkang, konsentrasi Pb dan Cd tertinggi terdeteksi di daerah permukiman (34,5528 mg/kg dan 3,3753 mg/kg). Seluruh konsentrasi logam pada jaringan yang dapat dikonsumsi masih berada di bawah batas BPOM (1,0 mg/kg), sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Namun, akumulasi yang tinggi pada cangkang menunjukkan adanya tekanan lingkungan.
Kesimpulan: Kerang meti masih aman untuk dikonsumsi, namun tingginya kadar logam berat pada cangkang mencerminkan adanya pencemaran lingkungan. Pemantauan berkelanjutan dan pengendalian pencemaran diperlukan, serta cangkang berpotensi digunakan sebagai bioindikator kontaminasi.
DOI10.34011/juriskesbdg.v18i1.2980
URL SumberLihat Sumber
πŸ“Š Statistik Kunjungan
βœ… Total dilihat: 9 kali
πŸ‘₯ Pengunjung unik: 9 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

πŸ“Š Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

πŸ“ˆ Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:124,697
Hari Ini:609
Minggu Ini:3,661
Bulan Ini:9,655

Statistik Nama Sumber

πŸ“š Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta Β© 2026 oleh Agus YW.