Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

THE INFLUENCE OF HYPERBARIC OXYGEN THERAPY ON COCHLEAR PERCEPTION IMPROVEMENT IN SUDDEN DEAFNESS: LITERATURE REVIEW

PenulisZahira, Azzeldine Aliya; EP, Djati Widodo; Hisnindarsyah, Hisnindarsyah; Buwana, Aditya Wira; Indrawati, Roostantia
SumberJurnal Kesehatan (Juriskes)
JenisJurnal
Tahun2024
Volume16
Nomor2
PenerbitPoltekkes Kemenkes Bandung
AbstrakGangguan pendengaran mendadak diketahui menjadi salah satu gangguan pendengaran yang sering terjadi dengan jumlah kasus berkisar 80% hingga 90% kasus, dan mayoritas berdampak pada gangguan pendengaran mendadak di salah satu telinga. Kasus gangguan pendengaran mendadak diketahui dapat disembuhkan melalui manajemen yang sesuai. Kelainan vaskuler, kelainan imunologi, infeksi akibat virus serta rusaknya membran koklea dinilai sebagai faktor penyebab gangguan pendengaran. Salah satu manajemen gangguan pendengaran mendadak yangย  sering dilakukan dalam jangka waktu pendek adalah terapi oksigen hiperbarik. Terapi oksigen hiperbarik pada pasien gangguan pendengaran mendadak sebagai salah satu manajemen penanganan gangguan pendengaran mendadak bekerja melalui mekanisme peningkatan distribusi oksigen pada koklea. Penelitian ini disusun dengan tinjauan literatur sistematis untuk mengevaluasi pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap perbaikan gangguan pendengaran mendadak. Peneliti memilih sampel dari jurnal internasional dan nasional yang terindeks oleh ProQuest, Wiley Online, Science Direct, Taylor Francis, SAGE, PubMed, dan SINTA antara tahun 2017 dan 2022. Peneliti menyadari kurangnya literatur yang relevan karena hanya 11 jurnal yang sesuai dengan kriteria penelitian. ย Namun, ini dianggap sebagai langkah awal untuk penelitian lebih lanjut. Temuan menunjukkan bahwa terapi oksigen hiperbarik berpengaruh terhadap perbaikan persepsi koklea pada pasien yang mengalami gangguan pendengaran mendadak, setelah pemberian terapi dengan rata-rata waktu 1-2 minggu, dengan tekanan 1,8 ATA hingga 2 ATA, baik dikombinasikan dengan kortikosteroid maupun terapi oksigen hiperbarik saja. Rekomendasi penulis adalah penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor yang memengaruhi efektivitas pemberian terapi oksigen hiperbarik terhadap perbaikan gangguan pendengaran mendadak serta pemberian terapi oksigen hiperbarik dapat menjadi salah satu terapi adjuvan yang dapat diberikan kepada pasien di Indonesia.
DOI10.34011/juriskesbdg.v16i2.2536
URL SumberLihat Sumber
๐Ÿ“Š Statistik Kunjungan
โœ… Total dilihat: 6 kali
๐Ÿ‘ฅ Pengunjung unik: 6 orang
โ† Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

๐Ÿ“Š Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

๐Ÿ“ˆ Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:124,012
Hari Ini:718
Minggu Ini:2,976
Bulan Ini:8,970

Statistik Nama Sumber

๐Ÿ“š Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta ยฉ 2026 oleh Agus YW.