Detail Koleksi
Gambaran Sifat Organoleptik dan Nilai Gizi Cookies Soygreen Formula Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata) dan Tepung Kacang Kedelai (Glycine max) sebagai Alternatif Makanan Selingan Tinggi Zat Besi untuk Remaja Putri
| Penulis | Shela, Shela Amelia Safira; Mulus Gumilar, Mulus Gumilar; Maryati Dewi, Maryati Dewi |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2021 |
| Abstrak | Masalah gizi yang banyak terjadi pada remaja di Indonesia, khususnya remaja putri yaitu anemia defisiensi besi. Remaja putri lebih berisiko mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kacang hijau dan kacang kedelai merupakan salah satu sumber zat besi yang mudah ditemukan dimasyarakat. Kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan selingan, contohnya produk cookies yang sangat populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik dan nilai gizi cookies soygreen formula tepung kacang hijau dan tepung kacang kedelai. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan 3 jenis perlakuan (75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%). Cookies dari 3 perlakuan yang berbeda diuji sifat organoleptiknya dengan uji hedonik oleh 30 orang panelis agak terlatih meliputi kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, tekstur dan overall. Berdasarkan hasil penelitian, cookiesi formula A memiliki penerimaan yang lebih baik dibandingkan formula B dan formula C. Berdasarkan perhitungan nilai gizi perhidangannya, cookies formula A mengandung energi sebesar 238,347 kkal, protein 5,603 g, lemak 14,842 g, karbohidrat 21,724 g, dan Fe 1,404 mg. Kepada masyarakat yang ingin membuat cookies soygreen, dilihat dari segi organoleptik dan nilai gizinya disarankan menggunakan formula A. Kata kunci: Cookies, Tepung Kacang Hijau, Tepung Kacang Kedelai, Zat Besi, Anemia |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 7 kali 👥 Pengunjung unik: 7 orang |