Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Perbedaan Jumlah Tube Settler Terhadap Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Pabrik Tahu di Pabrik Tahu X pada Wilayah Kerja Puskesmas Cinunuk

PenulisEva Hanifatun Syifa, Eva; Agus, Somad Saputra; Kahar, Kahar; Nurul, Hidayah; Neneng, Yety
SumberRepository Poltekkes Bandung
JenisRepository
Tahun2020
AbstrakPoliteknik Kesehatan Kemenkes Bandung Program DIV Kesehatan Lingkungan
Skripsi, September 2020


ABSTRAK

Eva Hanifatun Syifa

PERBEDAAN JUMLAH TUBE SETTLER TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) AIR LIMBAH PABRIK TAHU DI PABRIK TAHU X PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CINUNUK

Kajian di Pabrik Tahu di Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Bandung
Vii+ 63 Halaman + 11 Tabel + 14 Gambar + 6 lampiran
Pabrik Tahu X beroprasi setiap hari dan telah berdiri selama 11 tahun. Sisa produksi berupa air limbah tahu yang dibuang langsung ke dalam aliran sungai terdekat tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, air limbah tahu terlihat keruh, setelah dilakukan pemeriksaan awal limbah tahu tersebut memiliki kadar Total Suspended Solid (TSS) 267 mg/L, 301 mg/L dan 236 mg/L hasil pemeriksaan tersebut melebihi baku mutu 200 mg/L. Penurunan kadar TSS dapat dilakukan menggunakan metode gravitasy dan laju penahan flok dalam hal ini ialah metode Tube Settler.
Desain penelitian ini berupa penelitian eksperimen dengan rancangan pre post test without control, dengan jumlah 6 kali pengulangan. Lokasi Penelitian terletak di salah satu pabrik tahu di Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan sampel air limbah tahu. Mekanisme penelitian ini yaitu dengan cara mengontakkan air limbah tahu dengan bak yang dimodifikasi dengan penambahan media penahan flok berupa tube settler dengan sistem alir downflow dengan variasi jumlah tube settler 15 tube, 20 tube, dan 25 tube. Hasil pengujian penelitian yang dilakukan sebanyak 6 kali pengulangan didapatkan rata-rata presentase penurunan kadar TSS setelah dilakukan perlakukan oleh bak pengolahan tube settler dengan jumlah tube variasi 15 tube sebesar 9%, variasi 20 tube sebesar 21% dan 25 tube sebesar 28%. Berdasarkan uji kruskall wallis bahwa terdapat perbedaan setiap variasi jumlah tube settler terhadap penurunan kadar TSS pada air limbah pabrik tahu. Presentase yang paling tinggi terdapat pada variasi 25 tube yaitu sebesar 29%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin banyaknya tube yang digunakan pada bak pengolah air limbah tahu akan berpengaruh terhadap penurunan kadar TSS. Dari ketiga variasi jumlah tube settler 15 tube, 20 tube dan 25 tube dapat menurunkan kadar TSS air limbah tahu, dengan variasi yang efektif terdapat pada variasi 25 tube.

DAFTAR PUSTAKA : 15 (2004-2019)

KATA KUNCI : Air Limbah, TSS, Bak Tube Settler, Variasi Jumlah.
URL SumberLihat Sumber
📊 Statistik Kunjungan
✅ Total dilihat: 8 kali
👥 Pengunjung unik: 8 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

📊 Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

📈 Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:125,546
Hari Ini:606
Minggu Ini:4,510
Bulan Ini:10,504

Statistik Nama Sumber

📚 Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta © 2026 oleh Agus YW.