Detail Koleksi
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN K2EDTA DAN K3EDTA TERHADAP HITUNG JUMLAH RETIKULOSIT
| Penulis | Rusadi, Amalia Dini; Durachim, Adang; Hayati, Eem; Nurhayati, Betty |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Hitung retikulosit relatif akurat untuk menunjukkan jumlah produksi eritrosit dalam sistem eritropoetik dan membantu menentukan jenis anemia. Bahan pemeriksaan untuk hitung jumlah retikulosit adalah darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan EDTA. Tipe EDTA yang sering digunakan pada pengumpulan tabung darah adalah disodium EDTA (Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA), dan tripotassium EDTA (K3EDTA). Na2EDTA dan K2EDTA memiliki pH lebih asam daripada K3EDTA, pH asam ini bisa menyebabkan eritrosit membesar. Pemeriksaan jumlah eritrosit dengan menggunakan antikoagulan K3EDTA yang pernah diteliti didapatkan hasil 1-2% lebih rendah dari hasil yang diperoleh dengan K2EDTA. Hal ini memungkinkan dapat mempengaruhi hasil hitung jumlah retikulosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya persamaan atau perbedaan hasil pemeriksaan hitung jumlah retikulosit dengan sampel darah yang menggunakan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan membandingkan hasil hitung jumlah retikulosit yang menggunakan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA. Menggunakan 20 sampel darah mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan Bandung, yang diperoleh dengan teknik Purposive Sampling. Hasil uji Paired t Test menunjukkan nilai Sig atau P value sebesar 0,000 ( < 0,05), sehingga menurut analisis statistik terdapat perbedaan yang bermakna pada hitung jumlah retikulosit yang menggunakan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA. Tetapi pada hasil uji ALE (Allowable Limit of Error) didapatkan bahwa perbedaan tersebut tidak bermakna secara klinis. Kata Kunci : Retikulosit, Antikoagulan K2EDTA, Antikoagulan K3EDTA |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 8 kali 👥 Pengunjung unik: 8 orang |