Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Asuhan Kebidanan Pada Ny.U Post Sectio Caesaria Dengan Preeklamsi Berat Di RSU Tangerang

PenulisIndrayanti Darmaully, Ni Luh Putu; Rosaria, Yohana Wulan
SumberRepository Poltekkes Bandung
JenisRepository
Tahun2020
AbstrakPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG PROGRAM STUDI KEBIDANAN BOGOR
Laporan Tugas Akhir, April 2020
Ni Luh Putu Indrayanti Darmaully, NIM: P17324217009
Asuhan Kebidanan Pada Ny. U Post Sectio Caesaria Dengan Preeklamsi Berat Di RSU Tangerang
XIV, 6 BAB, 70 halaman, 12 lampiran, 4 tabel, 2 diagram
ABSTRAK
Asuhan post partum diperlukan dalam periode nifas karena merupakan masa krisis. Kondisi ibu dalam masa ini dapat diperberat jika persalinan dilakukan dengan tindakan seperti Sectio Caesaria ditambah ibu juga mengalami komplikasi seperti preekalmsi. Menurut Wahyuni. R faktor dilakukan SC adalah 5,49% karena preeklamsia. Tindakan SC juga dapat menimbulkan resiko kesehatan pada ibu seperti infeksi, perdarahan, luka pada organ, komplikasi dari obat bius bahkan kematian, jika tidak diberikan asuhan yang benar. Sehingga ibu yang bersalin lewat tindakan SC dengan preekamsi memerlukan kebutuhan asuhan yang berbeda dengan ibu nifas normal pada umumnya. Tujuan penulisan laporan adalah agar mampu melakukan asuhan kebidanan pada Ny. U post sectio caesaria dengan preeklamsi berat di RSU Tangerang.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dan pendokumentasian SOAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu anamesa, pemeriksaan fisik, observasi, studi literature, dan studi dokumentasi.
Pengkajian data subjektif Ny U usia 27 Tahun P2A0 di rujuk ke RSU Tangerang atas indikasi PEB dan telah dilakukan tindakan sectio caesaria pada tanggal 31 Januari 2020. Pada data objektif TD : 150/80 mmHg, pernafasan, 20x/ menit terdapat oedema pada wajah, tangan dan kaki, reflek patella +/+, jumlah urin 100cc/jam, protein urine (+). Sehingga ditegakan analisa Ny. U usia 27 tahun P2A0 post SC dengan Preeklamsi. Penatalaksanaan yang dilakukan pemberian MgSO4 40% 24 gram selama 24 jam post partum, melakukan pemantauan TTV setiap satu jam terutama pernafasan, jumlah urine dan reflek patella sebagai tanda jika terjadinya keracunan MgSo4, memberikan ibu nifedipine 10 mg 4x sehari, asam mefenamat 500 mg 3x sehari dan cefadroxil 500 mg 3x sehari, melakukan asuhan kebidanan seperti pemantauan kondisi ibu dan KIE sesuai kebutuhan ibu.
Kesimpulan dari data yaitu Ny. U dengan Preeklamsi dilakukan terminasi kehamilan dengan SC dan dilakukan pemantauan dalam masa nifasnya. Saran yang diharapkan yaitu peningkatan pelayanan asuhan kebidanan kegawatdaruratan dan perujukan terutama pada ibu post SC dengan preeklamsi dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatannya yang dapat menimbulkan komplikasi kebidanan.

Kata Kunci : Nifas, Preeklamsi, Sectio Caesaria
Pustaka : 30 (2005 – 2019)
URL SumberLihat Sumber
📊 Statistik Kunjungan
✅ Total dilihat: 7 kali
👥 Pengunjung unik: 7 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

📊 Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

📈 Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:124,697
Hari Ini:609
Minggu Ini:3,661
Bulan Ini:9,655

Statistik Nama Sumber

📚 Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta © 2026 oleh Agus YW.