Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Gambaran Asupan Serat, Asupan Lemak, Status Gizi, dan Kadar Kolesterol pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cipageran Kota Cimahi

PenulisNisa, Zeani Nur; Suparman, Suparman; Widartika, Widartika; Hapsari, Agustina Indri
SumberRepository Poltekkes Bandung
JenisRepository
Tahun2020
AbstrakABSTRAK
Nisa, Zeani Nur. 2020. Gambaran Asupan Serat, Asupan Lemak, Status Gizi, dan Kadar Kolesterol pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cipageran Kota Cimahi. Tugas Akhir. Program Studi Diploma 3, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. Pembimbing: Dr. Suparman, SKM, MSc.
Kadar kolesterol adalah jumlah kolesterol yang beredar dalam darah manusia. Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi dalam darah. Faktor yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah antara lain usia, status gizi, pola makan, aktivitas fisik, merokok, dan keturunan. Pola konsumsi masyarakat Indonesia saat ini yaitu rendah serat dan tinggi lemak. Selain itu status gizi berlebih yang ditandai dengan peningkatan IMT mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan serat, asupan lemak, status gizi, dan kadar kolesterol pada pasien rawat jalan di Puskesmas Cipageran Kota Cimahi. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel yaitu 32 orang dengan metode pengambilan sampel incidental sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data asupan lemak dan asupan serat dengan wawancara menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data status gizi dan kadar kolesterol total dari hasil uji statistik diperoleh sampel dengan asupan serat kurang (< 8,03 gr per hari) berisiko 1,20 kali mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan dengan sampel memiliki asupan serat baik (≥ 8,03 gr perhari). Sampel dengan asupan lemak lebih (> 40% per hari) memiliki risiko mengalami hiperkolesterolemia sebesar 1,043 kali jika dibandingkan dengan sampel yang memiliki asupan lemak baik (≤ 40% per hari). Sampel yang memiliki status gizi obesitas (≥ 27 kg/m2) memiliki risiko mengalami hiperkolesterolemia sebesar 1,83 kali jika dibandingkan dengan sampel yang memiliki status gizi non obesitas (< 27 kg/m2). Disarankan untuk mengendalikan kadar kolesterol, sampel memperbaiki status gizi menjadi normal, meningkatkan asupan serat dan menurunkan asupan lemak.
Kata kunci : Kadar Kolesterol, asupan serat, asupan lemak, status gizi, hiperkolesterolemia.
URL SumberLihat Sumber
📊 Statistik Kunjungan
✅ Total dilihat: 8 kali
👥 Pengunjung unik: 8 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

📊 Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

📈 Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:125,546
Hari Ini:606
Minggu Ini:4,510
Bulan Ini:10,504

Statistik Nama Sumber

📚 Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta © 2026 oleh Agus YW.