Detail Koleksi
Pengaruh Pemeriksaan Plasma Lithium Heparin Pada Penundaaan 4 Hari Suhu Refrigerator dan Freezer Terhadap Kadar Glukosa Darah
| Penulis | Supraptini, .; Ani, Riyani; Dewi, Nurhayati; Wiwin, wiryanti |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang banyak kasusnya di Indonesia. Untuk membantu diagnosa Diabetes Mellitus diperlukan pemeriksaan laboratorium yaitu glukosa darah. Saat ini penggunaan tabung lithium heparin menjadi salah satu pilihan utama untuk pemeriksaan glukosa. Menurut CLSI stabilitas serum dan plasma secara umum adalah 48 jam pada suhu 2-8 °C. Berdasarkan rekomendasi dari pabrikan stabilitas plasma lithium heparin untuk glukosa tidak lebih dari 48 jam pada suhu 2-8°C. Di lapangan petugas laboratorium melakukan penyimpanan plasma lithium heparin sisa reaksi pada suhu 2-8 °C dan dibawah -20 °C selama 30 hari seperti prosedur penyimpanan cadangan serum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh penyimpanan plasma lithium heparin setelah disimpan 4 hari pada suhu refrigerator dan freezer. Dilakukan pemeriksaan glukosa darah menggunakan plasma lithium heparin yang segera diperiksa <1 jam dan disimpan 4 hari di suhu refrigerator dan freezer. Sampel penelitian adalah 40 orang. Pengukuran glukosa mengguakan metode Heksokinase. Data di uji dengan statistik non parametrik Wilcoxon dan didapatkan Asymp.Sig (2-tailed) pada kelompok refrigerator dan kelompok freezer dibandingkan terhadap sampel yang diperiksa <1 jam adalah 0,000, dimana jika hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh kadar glukosa darah dari plasma lithium heparin yang disimpan pada suhu refrigerator dan freezer selama 4 hari. |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 9 kali 👥 Pengunjung unik: 9 orang |