Detail Koleksi
Pengaruh Waktu Simpan Darah dengan Antikoagulan Dipotassium dan Tripotassium Ethylenediaminetetraacetic Acid Terhadap Jumlah Leukosit
| Penulis | Daniel, Virly Rumengan; Eem, Hayati; Nina, Marliana; Adang, Durachim |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Jumlah leukosit merupakan salah satu dari parameter hematologi. Pemeriksaan jumlah leukosit banyak diminta para dokter untuk menegakkan diagnosis penyakit dan menentukan prognosis yang tepat. Tahap pra-analitik pemeriksaan laboratorium salah satunya yaitu penggunaan antikoagulan. Penundaan pemeriksaan leukosit lebih dari 2 jam akan menyebabkan sel leukosit lisis, vakuolisasi, degranulasi serta hipersegmentasi, disintegrasi membentuk ukuran yang lebih kecil. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian hematologi terutama adalah antikoagulan, jeda waktu setelah sampel diperoleh hingga dilakukan pemeriksaan, dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA dengan variasi penyimpanan terhadap jumlah leukosit. Studi literatur merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan memulai penyusunan secara sekuensi, yaitu dengan memperhatikan artikel penelitian mulai dari yang paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari literatur-literatur yang didapat dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara darah dengan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA dalam tabung vacutainer terhadap jumlah leukosit. |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 8 kali 👥 Pengunjung unik: 8 orang |