Skip to main content
Home
Sangkuriang

Main navigation

  • Home
  • Kunjungan
User account menu
  • Log in

Detail Koleksi

Prevalensi Haemophilus influenzae Pada Pasien Tuberkulosis Basil Tahan Asam (BTA) Positif dan Negatif yang Diisolasi Pada Media Agar Cokelat Diperkaya dengan Isovitalex

PenulisOktaviani, Ayu Windy; Dermawan, Asep; -, Rina; Kurniati, Iis; Hayati, Eem
SumberRepository Poltekkes Bandung
JenisRepository
Tahun2020
AbstrakLatar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit pernapasan menular yang serius dan membahayakan kesehatan. Infeksi bakteri sekunder menjadi komplikasi paling penting pada pasien TB paru, bahkan berisiko tinggi menyebabkan kematian. Salah satu penyebab koinfeksi terjadi ialah menurunnya kekebalan tubuh pasien TB. Pada pasien dengan TB paru dapat juga ditemukan koinfeksi H. influenzae dengan prevalensi sebesar enam persen.
Tujuan: Untuk menganalisis prevalensi H. influenzae pada pasien tuberkulosis dengan hasil basil tahan asam (BTA) positif dan negatif yang diisolasi pada media agar cokelat yang diperkaya isovitalex.
Metode: Penelitian systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari beberapa jurnal atau sumber data sekunder lainnya yang memiliki minimal satu variabel yang sesuai dengan topik penelitian. Selanjutnya, literatur yang dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Dari tujuh jurnal utama yang dianalisis, didapatkan berbagai nilai prevalensi H. influenzae pada pasien TB dengan BTA positif dan negatif. Prevalensi H. influenzae pada pasien TB BTA positif ialah 19,3% (n=44/228), 14% (n=13/93), 6%, 4% (n=1/25), dan 2,5% (n=1/40). Adapun prevalensi H. influenzae pada pasien TB BTA negatif ialah 23,1% (n=55/238), 17,6% (n=19/108), dan 15,3% (n=13/85). Ukuran koloni rata-rata H. influenzae pada media agar cokelat dengan isovitalex lebih besar 1,0 mm (0,5 sampai 1,6 mm) daripada koloni yang tumbuh pada media agar cokelat tanpa isovitalex. Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara agar cokelat tanpa isovitalex dan agar cokelat dengan penambahan isovitalex.
Kesimpulan: Prevalensi tertinggi koinfeksi TB BTA positif dan H. influenzae sebesar 19,3%, sedangkan prevalensi terendah koinfeksi TB BTA positif dan H. influenzae sebesar 2,5%. Prevalensi tertinggi koinfeksi TB BTA negatif dan H. influenzae sebesar 23,1%, sedangkan prevalensi terendah koinfeksi TB BTA negatif dan H. influenzae sebesar 15,3%. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik untuk prevalensi H. influenzae pada pasien TB-PCR positif dan TB-PCR negatif dengan nilai p-value > 0,315.
URL SumberLihat Sumber
📊 Statistik Kunjungan
✅ Total dilihat: 8 kali
👥 Pengunjung unik: 8 orang
← Kembali ke Koleksi

Statistik Koleksi

📊 Statistik Koleksi

Jenis KoleksiJumlah
Jurnal1,313
Katalog18,043
Repository4,171
TOTAL: 23,527

Statistik Kunjungan

📈 Statistik Kunjungan

Total Kunjungan:125,546
Hari Ini:606
Minggu Ini:4,510
Bulan Ini:10,504

Statistik Nama Sumber

📚 Statistik per Sumber

Nama SumberJumlah
Katalog Perpustakaan Poltekkes Bandung18,043
Repository Poltekkes Bandung4,171
Jurnal Kesehatan (Juriskes)583
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan333
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut117
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia81
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale81
Jurnal Gizi dan Dietetik53
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat37
Environmental Health dan Safety Journal28
TOTAL SEMUA: 23,527
RSS feed

Copyright

Hak Cipta © 2026 oleh Agus YW.