Detail Koleksi
Prevalensi Streptococcus pneumoniae pada Pasien Tuberkulosis dengan Hasil Basil Tahan Asam (BTA) Positif dan Negatif
| Penulis | Munawaroh, Siti Sofia; Kurniati, Iis; -, Rina; Dermawan, Asep; Sundara Mulia, Yuliansyah |
|---|---|
| Sumber | Repository Poltekkes Bandung |
| Jenis | Repository |
| Tahun | 2020 |
| Abstrak | Kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia memasuki dua pertiga total kasus terbesar di dunia, yaitu sebesar 8% pada tahun 2018. Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis dapat menyerang beberapa organ, salah satunya organ paru-paru. Penderita TB paru dilaporkan dapat mengalami koinfeksi dengan bakteri lain. Sebanyak 37 (7.9%) pasien TB di Manila dilaporkan mengalami koinfeksi dengan Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) pada tahun 2018. Penelitian koinfeksi S. pneumoniae pada pasien TB belum pernah dilakukan sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisis prevalensi S. pneumoniae pada pasien TB BTA positif dan negatif. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur. Sebanyak tujuh jurnal menghasilkan angka prevalensi S. pneumoniae pada pasien TB, baik pada HIV negatif maupun positif. Satu jurnal lainnya menghasilkan angka prevalensi MTB pada pasien pneumonia. Angka koinfeksi S. pneumoniae tertinggi adalah 44.7% dan terendah adalah 2.7%. Prevalensi S. pneumoniae paling banyak terjadi pada pasien TB BTA positif dan tidak ditemukan pada pasien TB BTA negatif. Kata kunci: Streptococcus pneumoniae, Basil Tahan Asam, Koinfeksi, Tuberkulosis |
| URL Sumber | Lihat Sumber |
| 📊 Statistik Kunjungan | ✅ Total dilihat: 9 kali 👥 Pengunjung unik: 9 orang |